Jumat, 05 Januari 2018

He and She, Are Different

5 Januari 2017

Diskusi tentang pendidikan seks yang tepat Dan benar sejak dini sudah dimulai. Materi yang bikin saya deg-deg an karena materi ini sangat jarang kami terapkan namun begitu besar dampaknya bagi Masa depan anak. Bukan kami tidak Mau mengajarkan pendidikan seks kepada anak kami yang masih balita, namun kami masih bingung bagaimana mengajarkan kepada anak yang daya tangkapnya belum sempurna seperti anak akil baligh.

Nah diskusi di kelas Kali ini membahas tentang definisi fitrah Seksual, tantangan apa saja yang dihadapi, seberapa pentingnya pendidikan Seksual, apa saja penyimpangan Seksual, Dan apa saja solusi untuk mencegah terjadinya penyimpangan Dan Seksual.

Fitrah Seksual didefinisikan sebagai bagaimana seseorang berfikir, merasa/bersikap sesuai jenis kelaminnya. Tantangannya adalah bagaimana Kita mengenalkan jenis kelamin, anggota tubuh beserta fungsinya serta mengenalkan sifat maskulin  bagi laki-laki Dan feminim bagi perempuan sehingga sesuai kodrat yang telah Alloh tuliskan dalam Al Qur'an.

Mengingat zaman sekarang makin marak terjadi penyimpangan Seksual seperti LGBT, pelecehan Seksual, penyebaran pornografi serta Makin tingginya angka perceraian, maka pendidikan Seksual sejak dini sangatlah penting diajarkan kepada anak Kita. Beberapa solusi yang dapat Kita ajarkan kepada anak Kita antara lain :
1. Mengenalkan jenis kelamin mereka, misalnya sejak bayi sudah dikenalkan Ayah ibu melalui suara, wajah. Jika sudah umur 2 tahun lebih dapat diajarkan melalui permainan laki-laki Dan perempuan.

2.memberikan pemahaman kepada anak tentang tubuh mereka, batasan aurat, Dan Cara menghargai tubuh mereka.

3. Mengenalkan ciri-ciri aqil baligh Dan tanggung jawab apa saja yang harus dijalankan.

4. Menggali Dan mengarahkan bakat/Minat anak sesuai fitrahnya.

5.menanamkan aqidah yang kuat dan mengajarkan nilai-nilai Al Qur'an terutama tentang hubungan laki-laki Dan perempuan.

Di sesi pertanyaan Ada yang bertanya tentang bagaimana menghadapi anak laki-laki yang suka bermain boneka, bermain peran dengan boneka seperti memberi ASI, memasak,Dan beberapa peran lain yang dilakukan seorang ibu. Hal ini terjadi karena anak tersebut meniru ibunya Dan teman-temannya yang sering bermain peran seperti itu. Solusinya adalah boneka tersebut disimpan Dan mulai dituangkan lagi peran keayahan.

Hanya bisa waoowww....Semoga bisa menerapkan ke anak. Alhamdulillah Ziyad (4y) sudah mengenal tentang jenis kelamin, pakaian yang harus dipakai untuk laki-laki Dan perempuan, sudah mulai tidur di kasur terpisah namun masih satu kamar, permainan anak laki-laki, beberapa profesi untuk laki-laki, Dan sering bilang "kalau laki-laki sama laki-laki, kalau perempuan sama perempuan ". Namun kadang masih suka meniru Bunda, ketika Bunda memakai bedak misalnya Ziyad tiba-tiba Minta Mau mencoba bedak. Nah moment seperti inilah saya mulai mengajarkan fitrah Seksual kepada Ziyad, berulang-ulang.

Semoga Alloh senantiasa menjaga Kita Dan keluarga Kita dari hal-hal yang tidak disukai-Nya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar